Seiring dgn banyaknya Isu yg dilempar Media Nasional berhubungan dgn keberagamaan orang / kepercayaan orang akhir-akhir ini, ada banyak orang yg ramai-ramai berkomentar pro dan kontra membela pemahaman dan kepentingannya. Memang isu keagamaan adlh Isu yg sexy untk diadu domba. Karena basis massa nya jelas. Aku pernah bergurau dgn seorang teman, bahwa cukup dgn isu Keagamaan dan Isu bola, Republik ni akan kacau balau dgn berbagai wacana. Karena Bola dan Agama memiliki basis massa yg jelas sehingga orang peduli apabila sesuatunya diusik. Bahkan bola sendiri adlh agama bagi sebagian orang.
Kamu tak bisa dikatakan sebagai orang yg menghormati keyakinan orang lain apabila kamu menyerang / melecehkan simbol2 keberagamaan seseorang walau dlm konteks bercanda.
Banyak hal yg tak aku sepakati dari FPI, tapi aku menolak untk melecehkan tokoh FPI seperti Habib Rizieq.
Banyak hal tak aku sepakati dari JIL, tapi aku menolak melecehkan aktivis2 JIL.
Sebagai Islam, aku menghormati kearifan Paus Paulus. Banyak hal tak aku sepakati dari JIL, tapi aku menolak melecehkan aktivis2 JIL.
Sebagai Islam, aku menghormati kearifan Paus Paulus, sangat mencintai Bunda Theresia. Mencintai Gandhi dan Meresapi kearifan Sang Budha.
Sebagai Pecinta AhlulBayt yg belum total mencerminkan sbg seorang Syiah dgn baik dan benar, aku menolak untk mencaci Tokoh Sahabat2 yg dicintai saudara2 Ahlussunah. Lagipula ada Fatwa Haram untk mencaci Sahabat.
Sebagai penganut Filsafat Islam dan mengkritik pemikiran Filsafat Barat secara akademis, aku menolak untk mencaci maki tokoh filsafat barat seperti Marx, Heideger, Sartre, Nietzche dan lain-lain karena aku pikir mereka ada di perjalanan Intelektual masing-masing dan mereka telah bijak dlm porsinya.
Dan aku prihatin dgn kawan-kawan ku yg mengaku pecinta perdamaian, tak suka kekerasan, aktivis keberagamaan tapi mencela simbol2 keyakinan orang lain.
Kalau tak suka Lady Gaga, silahkan di kaji simbol2 Satanisme yg katanya melekat di sosok Mother Monster.
Kalau tak suka Habib Rizieq, silahkan kaji pemikiran beliau, Jangan menghina kehabiban nya apalagi sampai menghina tampangnya.
Kalau tak suka dgn kristen, Tidak usah menghina Yesus, Jelaskan saja kenapa kamu tak beragama kristen dgn dalil2 yg bisa dipertanggung jawabkan.
Kalau Kamu jadi Syiah, ikuti saja Fatwa Sayyid Ali Khamenei tentang Haram mencaci simbol-simbol Ahlussunah seperti para Sahabat dan Aisyah.
Kalau kamu Sunni dan menganggap syiah itu salah, silahkan dikaji kelemahannya tanpa menghina sebuah negara bermayoritas Syiah, Menjadikan Imam Mahdi lelucon, Menjadikan Mut'ah sebagai lelucon dan sebagaiya.
Katanya dewasa itu bisa membedakan mana tindakan baik dan buruk. Kemudian kita membiarkan orang menggelar dagangan intelektualnya dgn dalih bahwa Ia telah dewasa, bisa memilih sendiri yg mana baik dan mana buruk. Tapi kok justru orang dewasa yg menjadikan dunia ni ribut masalah baik dan buruk secara serampangan? Apakah itu tindakan dari orang dewasa??
Aneh.
Sabtu, 15 Agustus 2015
Diskusi
0 Response to "[Diskusi] Pro dan Kontra Keyakinan"
Posting Komentar