
baca96.blogspot.com - 1 Ramadhan 587 H
Penghancuran dan penguasaan kota Asqalan yg merupakan pintu masuk menuju kota Al Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ni dilakukan oleh Shalahuddin Al Ayyubi sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum salib (Nasrani) yg akan merebut kota Quds. Pada hari penaklukannya Shalahuddin berkata, “Demi Allah sesungguhnya penghancuran benteng di Asqalan lebih aku sukai walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku, karena penguasaan Asqalan adlh demi kemaslahatan Islam dan kaum Muslimin.” Sekarang kota itu dikenal dgn nama kota Asduud di negara Palestina.
9 Ramadhan 222 H Panglima Al Afsyiin, salah satu panglima perang Khalifah ‘Abbasiyah Al Mu’tasim bin Harun Ar Rasyid, mampu menaklukan kota Albadz, pusat pemerintahan Babak Al Khurmi, setelah melakukan pertempuran dan pengepungan selama dua tahun penuh. Faktor pemberontakan Babak Al Khurmi yg dimulai tahun 201 H pd masa Khalifah Ma’mun adlh keinginannya untk merebut kekhalifahan dari ras Arab yg Muslim untk ras Faris dan Majusi. Selain itu merekapun menolak segala bentuk peribadahan seperti Sholat, Saum, Zakat, haji dan menghalalkan minum Arak dan menghalalkan segala yg diharamkan oleh Islam.
10 Ramadhan 1393 H Tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitu pula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Semboyan pasukan pd peperangan tersebut adlh Allahu Akbar (Allah Maha Besar).
14 Ramadhan 666 H Pemerintahan Anthakiah didirikan oleh Pangeran Wormandi Buwaihimund pd tahun 491 H. Kota ni merupakan kota termegah dgn dikelilingi benteng yg sangat kuat dijaga oleh ribuan pasukan secara bergiliran siang dan malam. Walaupun kondisinya demikian, kaum muslimin berhasil menaklukan daerah ni dgn izin Allah SWT dibawah panglima perang Dhahir Bibris. Terhitung empat puluh ribuan mati dan tertawan dari pihak musuh. Kemenangan ni merupakan kemenangan terbesar setelah kemenangan Hitthin.
20 Ramadhan 8 H Rasulullah SAW keluar bersama 10 ribu pasukan perang dari kaum Muhajirin dan Anshar menuju Makkah untk membebaskannya dari kemusyrikan. Faktor keberangkatan beliau disebabkan penyerangan yg dilakukan kabilah Bani Bakar sekutu kaum Quraisy terhadap sekutu Rasulullah SAW kabilah Khuza’ah yg berarti pelanggaran terhadap perjanjian Hudaibiyah yg telah disepakati antara kaum Quraisy dgn Rasulullah SAW. Usaha ni berhasil dgn gemilang tanpa melalui peperangan. Tatkala Fathul Makkah itu Rasulullah SAW berdiri dihadapan kaum musyrikin Makkah seraya berkata, “Menurut kalian apa akan saya lakukan sekarang?” Mereka menjawab, “Kebaikan, karena engkau adlh saudara yg baik berasal dari keturunan baik, jika engkau memaafkan kesalahan maka itu harapan kami,akan tetapi jika engkau membalas dendam maka itu sangatlah wajar karena kami pernah berbuat jahat kepadamu.” Akhirnya Rasulullah SAW bersabda, “Pergilah, sekarang kalian bebas, aku hanya ingin mengatakan apa yg pernah dikatakan saudaraku Yusuf ; tak ada celaan bagi kalian, semoga Allah mengampuni kalian sesungguhnya Dia Maha Pengasih.”
25 Ramadhan 658 H Perang Ain Jalut yg terjadi antara kaum muslimin dan Tartar merupakan perang yg besar dlm sejarah Islam, hal itu dikarenakan Tartar mampu menguasai banyak daerah Islam dan menjatuhkan Khilafah Abbasiyah. Mereka jg berhasil membunuh Khalifah Mu’tashim Billah di Baghdad pd tahun 656 H/1256 M. Ekspansi Tartar meluas sampai wilayah Gazza dibawah pimpinan Hulaku. Kemudian Hulaku mengirim kurir meminta kepada Sultan Mamluki Quds untk tunduk dibawah kekuasaan Tartar. Permintaan ni ditolak oleh Sultan Quds karena menunjukan kehinaan dan kelemahan. Lalu beliau memutuskan untk menghadapi Tartar dlm pererangan. Maka pd hari Jumat tanggal 25 Ramadhan 658 H bertepatan dgn 6 September 1260 M bertemulah dua pasukan besar di wilayah Ain Jalut. Dalam peperangan ni Sultan Quds mengumandangkan syiar “Wa Islama”, Wahai Allah tolonglah hamba-Mu Quds dari kaum Tartar. Peperangan ni berakhir dgn kemenangan kaum muslimin.
28 Ramadhan 92 H Kisah kemenangan kaum muslimin pd hari ni dimulai dgn persiapan Musa bin Nashir dgn pasukan dari Arab dan Barbar yg jumlahnya mencapai 7 ribu tentara di bawah kepemimpinan Thariq bin Ziyad untk menaklukkan wilayah Andalus. Maka berangkatlah Thariq bersama pasukan dgn menyeberangi laut pd hari Senin tanggal 5 Rajab 92 H dan mereka mampu memenangkan peperangan menghadapi sekumpulan pasukan Qauth dlm perjalan menuju ibukota Andalus.
Akan tetapi musuh kembali menghimpun kekuatan dibawah pimpinan Rodrik raja Qauth dgn pasukan sejumlah 100 ribu tentara. Lalu mereka berjalan menuju selatan untk menundukkan kekuatan kaum muslimin. Untuk menghadapi kekuatan musuh yg besar maka dikirimlah pasukan tambahan sejumlah 5 ribu tentara sehingga jumlah pasukan Islam dibawah pimpinan Thariq berjumlah 12 ribu tentara. Maka bertemulah dua pasukan yg tak seimbang dari segi jumlah pasukan di tepian sungai Wadilaka.
Peperangan terjadi selama empat hari dan pd hari keempat pasukan Qauth mampu dikalahkan dgn kerugian yng sangat besar dgn kehancuran kerajaan mereka. Selain itu kekalahan pasukan Qauth menimbulkan rasa takut di hati pengikut Qauth sehingga mereka melarikan diri ke pegunungan / bersembunyi di dlm benteng. Tidak sampai satu tahun wilayah Andalus dpt ditaklukan hampir 100% sehingga terbentuklah sebuah wilayah yg maju dlm ilmu pengetahuan dan peradaban.
source : http://stackoverflow.com, http://dailymotion.com
0 Response to "[Jejaring Sosial] Ini Dia, 7 Peristiwa Penting Islam yang Terjadi Dalam Bulan Ramadhan"
Posting Komentar