Kapan waktu yg tepat untk mengerjakan sholat dhuha ? Kapan waktu yg tak diperbolehkan untk sholat dhuha ? Nah pd kali ni kami akan membahas mengenai waktu yg afdhol untk sholat dhuha serta waktu yg diharamkan untk sholat dhuha. Pertama tama yg akan kita bahas adlh Waktu yg diharamkan untk sholat.
Waktu Yang Diharamkan Untuk Shalat Sebelum kita melakukan sholat dhuha, alangkah baiknya apabila kita mengetahui terlebih dahulu waktu-waktu yg diharamkan dan dilarang melaksanakan sholat secara umum. Jangna sampai kita melaksanakn sholat dhuha ni pd waktu waktu yg diharamkan untk mengerjakan sholat.
Berikut ni adlh waktu-waktu yg diharamkan untk melaksanakan sholat berdasarkan hadits-hadits Rasulullah SAW:
Berikut ni adlh waktu-waktu yg diharamkan untk melaksanakan sholat berdasarkan hadits-hadits Rasulullah SAW:
Dari Ibnu Umar berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari terbenam”. [HR. Bukhari]
Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Matahari terbit dgn diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dgn setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengahtengah langit, ia kembali dekat dgn setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dgn setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.” [HR. Nasa’i]
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua sholat. Beliau melarang sholat sesudah sholat Subuh sampai matahari terbit dan sesudah sholat Asar sampai matahari terbenam. [HR. Bukhari]
Dari Muawiyah ia berkata (kepada suatu kaum): “Sesungguhnya kamu melakukan sholat (dengan salah). Kami telah menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kami tak pernah melihat beliau melakukan sholat itu karena beliau telah melarangnya, yaitu dua rakaat sesudah sholat Asar”. [HR. Bukhari]
Dari Ibnu Abbas berkata: “Datanglah orang-orang yg diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Asar hingga matahari terbenam.” [HR. Bukhari]
Dari Uqbah bin Amir: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat pd tiga saat: (1) ketika terbit matahari sampai tinggi, (2) ketika hampir Zuhur sampai tergelincir matahari, (3) ketika matahari hampir terbenam.” [HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang sholat pd waktu tengah hari tepat (matahari di atas kepala), sampai tergelincir matahari kecuali pd hari Jumat. [HR. Abu Dawud] Menurut jumhur ulama, sholat ni adlh sunat Tahiyatul Masjid, selain sholat ni tetap dilarang melakukan sholat apapun.
Dari Uqbah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata: “Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untk melaksanakan shalat di tiga waktu tersebut / menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 1926)
Dari beberapa hadist diatas maka dpt ditarik kesimpulan bahwa ada dua waktu yg mengapit waktu dhuha. Yang pertama adlh ketika matahari terbit sampai tinggi. Dan yg kedua yaitu ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir.
Batas Awal Sholat Dhuha Setelah mengetahui waktu yg diharamkan untk sholat dhuha, maka pertanyaan selanjutnya adlh kapan sih waktu di mulainya sholat dhuha.
Para Ulama berbeda pendapat mengenai waktu mulainya shalat dhuha. Sebagaian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu mulainya shalat dhuha adlh tepat setelah terbitnya matahari. Tapi dianjurkan untk menundanya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ni diriwayatkan An Nawawi dlm kitab Ar-Raudhah.
Sebagian ulama syafi’iyah lainnya jg berpendapat bahwa shalat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak. Pendapat ni ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah.
Demikian yg menjadi pendapat Imam Abu Syuja’ dlm matan At-Taqrib, ketika beliau menjelaskan waktu-waktu yg terlarang untk shalat. Hal yg sama jg menjadi pendapat Imam Al-Albani. Beliau ditanya tentang berapakah jarak satu tombak. Beliau menjawab: “Satu tombak adlh 2 meter menurut standar ukuran sekarang.” (Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah, 2/167). Sebagian ulama’ menjelaskan, jika diukur dgn waktu maka matahari pd posisi setinggi satu tombak kurang lebih 15 menit setelah terbit.
Batas Waktu Akhir Shalat Dhuha Batas akhir waktu shalat dhuha adlh sebelum waktu larangan shalat, yaitu ketika bayangan tepat berada di atas benda, tak condong ke timur / ke barat. Untuk menentukan batas akhir waktu dhuha, anda bisa perhatikan bayangan benda. Selama bayangan benda masih condong ke arah barat, meskipun sedikit, berarti waktu dhuha masih ada. Kemudian ketika bayangan benda lurus dgn bendanya, tak condong ke barat maupun ke timur, waktu shalat dhuha telah habis. Karena matahari persis berada di atas benda. Ada sebagian yg memberikan acuan, kurang lebih 15 menit sebelum masuk dzuhur.
Cara Mudah Menentukan Batas Waktu Shalat Dhuha Saat ni banyak kalender yg dilengkapi jadwal shalat yg diterbitkan oleh Depag / Tarjih Muhammadiyah, termasuk beberapa kampus islam. Untuk mengetahui waktu sholat dhuha maka Anda harus memperhatikan waktu terbit matahari dan waktu dzuhur.
- Batas awal waktu dhuha adlh waktu terbit matahari + 15 menit
- Batas akhir waktu dhuha adlh waktu dzuhur - 15 menit.
Waktu yg paling utama untk mengerjakan shalat Dhuha adlh ketika matahari sudah mulai panas (dekat dgn waktu berakhirnya Dhuha).
Seperti yg telah diriwatkan dari Al Qosim As Syaibani bahwa Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu melihat beberapa orang melakukan shalat Dhuha, kemudian Zaid mengatakan: “Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ni lebih utama. Sesungguhnya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Shalat para Awwabin adlh ketika anak onta mulai kepanasan.” (HR. Muslim 748).
Yang dimaksud Awwabin dari hadist diatas adlh orang yg suka kembali pd aturan Allah.
Sebagian ulama mengatakan: “Shalat pd waktu ni dikaitkan dgn Awwabin karena umumnya pd waktu tersebut jiwa manusia condong untk istirahat. Akan tetapi orang ni menggunakan waktu tersebut untk melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dgn melakukan shalat. Meninggalkan keinginan hati menuju ridlo Penciptanya.” (Faidhul Qadir, 4/216)
Imam An-Nawawi mengatakan: ulama madzhab kami (syafi’iyah) mengatakan: “Waktu ketika matahari mulai panas adlh waktu yg paling utama untk melaksanakan shalat dhuha, meskipun dibolehkan shalat sejak terbit matahari sampai menjelang tergelincirnya matahari. (Syarh Shahih Muslim, 6/30).
Itulah ulasan menenai waktu sholat dhuha. Semoga informasi yg kami tulis diatas dpt bermanfaat bagi kita. sumber rumaysho.com
source : http://instagram.com, http://flickr.com, http://ceramahustadmp3.blogspot.com

0 Response to "[Khutbah Jumat] Waktu Sholat Dhuha Dan Batas Waktunya"
Posting Komentar